PROGRAM TUNTAS MEMBACA SDN 7 KUMBE KOTA BIMA : PERKUAT KEMAMPUAN LITERASI MURID
Kota Bima, 23 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas literasi peserta didik, SDN 7 Kumbe Kota Bima melaksanakan Program Tuntas Membaca yang ditujukan bagi siswa kelas III, IV, V, dan VI. Program ini merupakan upaya sekolah dalam memberikan pendampingan khusus kepada siswa yang masih memerlukan penguatan kemampuan membaca.
Pelaksanaan Program Tuntas Membaca dilakukan pada jam pelajaran pertama. Guru pembimbing membawa siswa ke ruang guru untuk mengikuti pembinaan membaca secara intensif. Setiap guru yang bertugas membimbing tiga orang siswa, sehingga pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik.
Dalam proses pembinaan, guru memberikan latihan membaca nyaring, membaca berulang, memperbaiki pelafalan dan intonasi, serta melakukan tanya jawab untuk mengukur pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara sabar, konsisten, dan berkelanjutan hingga siswa mencapai target kemampuan membaca yang diharapkan.
Program Tuntas Membaca bertujuan untuk meningkatkan kelancaran membaca siswa kelas III–VI, memperbaiki pelafalan dan intonasi, meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan, menumbuhkan rasa percaya diri saat membaca di depan umum, serta mendukung keberhasilan siswa dalam mengikuti seluruh mata pelajaran.
Kepala SDN 7 Kumbe Kota Bima, Ibu Raodah, S.Pd., SD., menyampaikan bahwa Program Tuntas Membaca merupakan langkah nyata sekolah dalam memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam kemampuan dasar membaca.
"Kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran. Melalui Program Tuntas Membaca, kami ingin memastikan seluruh siswa memiliki kemampuan literasi yang baik sebagai bekal untuk meraih prestasi dan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya," ujar beliau.
Melalui program ini, SDN 7 Kumbe Kota Bima berharap seluruh siswa kelas III, IV, V, dan VI mampu mencapai kompetensi membaca secara optimal. Program ini menjadi salah satu wujud nyata penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif, berkualitas, dan berpusat pada kebutuhan setiap peserta didik.